Make your own free website on Tripod.com

BATIK

Sejarah batik di Jawa

Sejarah Jawa mengenal dimensi ekstra. Dalam abad-abad yang lalu para pendatang dari berbagai macam negara menetap di Jawa dengan membawa ciri-ciri kebudayaan masing-masing, misalnya pengaruh Cina, Islam, Asia Selatan dan Belanda. Pulau Jawa juga merupakan pertemuan antar bangsa. Meskipun perhubungan di antara tempat satu dengan yang lain pada jaman dahulu sangat sukar tetapi pengaruh dari bermacam-macam daerah itu bisa diketahui.

Kadang-kadang pemindahan pengetahuan dan pemindahan desain-desain adalah akibat invasi musuh yang membuat para pembatik melarikan diri. Namun sebab-sebab romantis bisa mempengaruhi pula. Puteri-puteri sering mempunyai kebiasaan untuk membawa serta pembatik-pembatik mereka jika mereka dikawinkan dengan raja-raja dari daerah-daerah lain.

Kadang-kadang dalam batik kita temukan sejarah bangsa itu. Misalnya ada batik dengan kapal-kapal kuno di mana sejak zaman dahulu tentara bendera Belanda dengan tiga jalur yang bewarna. Kain-kain yang sama juga dibuat selama pendudukan Jepang tetapi tanpa bendera. Sesudah Proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 bendera-bendera terlihat lagi: tetapi dengan dua jalur berwarna. Sejak kira-kira tahun 1950 waktu keadaan di Indonesia sudah agak mantap maka batik mendapat rangsangan baru. Beberapa orang tertentu yang berdaya cipta menjadi tergerak untuk menerapkan daya cipta pada batik beberapa contoh antara lain KRHT Hardjonagoro Go Tik Swan di Solo yang dengan cara etis dan estetis yang bisa dipertanggungjawabkan bisa meneruskannya pada desain-desain batik yang sudah ada, Iwan Tirta di Jakarta yang mengambangkan desain-desain batik untuk diterapkan di gaun-gaun wanita yang eksklusif dan sesuai dengan mode (haute couture), bahkan pada kain sutera.

Sejarah batik di Surakarta, Yogyakarta dan Pekalongan

Beberapa jenis batik di Jawa Tengah

bricks

| Contact | Webmaster |

Kerjasama antara DEPARTEMEN PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA Republik Indonesia, dengan PT. ASANA WIRASTA SETIA, Jakarta

Institusi Pendukung: InCoDE, Yogyakarta

1999